Indonesia Raih 73 Medali Asian Para Games 2026, Prof. Reda Manthovani Soroti Pentingnya Pelatnas Lebih Panjang

BATARA.INFO | JAKARTA — Kontingen Indonesia menorehkan prestasi membanggakan pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Tim Merah Putih berhasil membawa pulang 73 medali, terdiri atas 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu, sekaligus menempati peringkat kedelapan klasemen akhir.

Capaian tersebut menjadi bukti daya juang atlet-atlet disabilitas Indonesia dalam menghadapi persaingan olahraga tingkat Asia. Perolehan 15 medali emas juga melampaui dua kali lipat target awal pemerintah yang menetapkan tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu.

Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Prof. Dr. Reda Manthovani, menegaskan bahwa keberhasilan dalam olahraga tidak semata-mata ditentukan oleh perhitungan dan prediksi sebelum pertandingan. Menurutnya, kesiapan atlet ketika menghadapi persaingan sesungguhnya menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir.

“Prestasi itu ditentukan di medan pertandingan, tidak di atas kertas. Karena di dalam pertandingan itu diperlukan stamina, strategi, dan mental juara,” ujar Reda, sebagaimana dikutip Kompas TV.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa prestasi olahraga membutuhkan lebih dari sekadar perencanaan. Kesiapan fisik, ketahanan mental, strategi yang tepat, serta kemampuan atlet menghadapi tekanan menjadi bagian penting dalam mewujudkan target prestasi nasional.

Lampaui Target, Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia

Keberhasilan Indonesia meraih 73 medali sekaligus memperlihatkan bahwa atlet disabilitas Tanah Air mampu bersaing dan melampaui ekspektasi awal.

Berdasarkan data National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, kontingen Merah Putih mengirimkan 103 atlet yang berlaga pada 12 cabang olahraga. Dengan target awal 32 medali, capaian akhir sebanyak 73 medali menjadi peningkatan yang signifikan.

Salah satu momen penting terjadi pada hari terakhir pertandingan, Sabtu (24/10/2026). Tim boccia Indonesia yang diperkuat Muhammad Syafa, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha berhasil mempersembahkan medali emas ke-15 setelah mengalahkan Thailand dengan skor 11-3 pada nomor beregu campuran BC1/BC2.

Kemenangan tersebut menjadi penutup manis perjuangan kontingen Indonesia di ajang olahraga multicabang bagi atlet disabilitas terbesar di Asia tersebut.

Prestasi ini tidak terlepas dari kerja keras para atlet, pelatih, ofisial, NPC Indonesia, serta dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan pertandingan.

Prof. Reda Soroti Pentingnya Perpanjangan Pelatnas

Di balik keberhasilan tersebut, Reda juga menyoroti aspek pembinaan yang perlu mendapat perhatian lebih serius, terutama terkait kondisi fisik atlet dan durasi pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Menurutnya, pencapaian medali perlu diikuti evaluasi menyeluruh agar kualitas performa atlet semakin meningkat pada kompetisi berikutnya.

Dalam keterangannya kepada Kompas TV, Reda berharap pemerintah, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap program pembinaan atlet.

“Mudah-mudahan pemerintah, Kemenpora dalam hal ini, lebih bisa mendukung, supaya ada perpanjangan pelatnas,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi catatan penting bagi pengembangan olahraga disabilitas nasional. Durasi pelatnas yang memadai dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi atlet untuk meningkatkan daya tahan fisik, mematangkan teknik, memperkuat strategi, serta mempersiapkan mental sebelum menghadapi kompetisi internasional.

Pembinaan berkelanjutan juga diperlukan agar prestasi yang diraih tidak berhenti sebagai keberhasilan sesaat, melainkan menjadi fondasi untuk mempertahankan daya saing Indonesia pada ajang olahraga internasional berikutnya.

Dukungan Berkelanjutan untuk Atlet Disabilitas

Keberhasilan kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026 memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, pelatih, atlet, dan masyarakat.

Selain dukungan anggaran negara, keterlibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat ekosistem pembinaan atlet disabilitas.

Dukungan tersebut dapat diarahkan pada peningkatan fasilitas latihan, pemenuhan kebutuhan pendukung performa atlet, pengembangan kompetensi pelatih, serta program pembinaan jangka panjang yang terukur.

Dengan demikian, prestasi atlet disabilitas perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari pembangunan sumber daya manusia dan penguatan olahraga nasional.

Capaian di Nagoya juga menjadi pengingat bahwa potensi atlet harus didukung oleh sistem pembinaan yang konsisten, kesempatan berkompetisi yang memadai, dan perhatian terhadap kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

Kontingen Kembali ke Tanah Air

Setelah menuntaskan perjuangan di Jepang, para atlet, pelatih, dan ofisial Indonesia tiba di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, pada Minggu (25/10/2026).

Kepulangan mereka membawa kebanggaan sekaligus pesan penting bagi masa depan olahraga nasional: prestasi membutuhkan kerja keras, strategi yang matang, kesiapan fisik, dan dukungan berkelanjutan.

Bagi Indonesia, 73 medali bukan sekadar angka dalam klasemen. Capaian tersebut merupakan hasil perjuangan para atlet yang telah membawa nama bangsa di panggung Asia.

Pesan Prof. Reda Manthovani pun relevan untuk menjadi perhatian bersama. Target prestasi memang penting sebagai arah pembinaan, tetapi hasil akhir ditentukan oleh kesiapan dan perjuangan di arena pertandingan.

Karena itu, menjaga momentum keberhasilan Asian Para Games 2026 harus menjadi komitmen bersama, agar atlet-atlet disabilitas Indonesia semakin siap menghadapi tantangan olahraga internasional pada masa mendatang.

Merah Putih telah berkibar di Nagoya. Tantangan berikutnya adalah memastikan prestasi tersebut menjadi awal dari pembinaan atlet disabilitas Indonesia yang semakin kuat, terarah, dan berkelanjutan.

Sumber: Kompas TV, NPC Indonesia, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

#AsianParaGames2026 #RedaManthovani #IndonesiaRaih73Medali #AtletDisabilitas #OlahragaIndonesia #BATARAINFO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *