Sukses Helat PIKI Awards 2026, Pdt. Edwin Rondonuwu : Langkah Maruarar Sirait Mungkin Layak Diapresiasi Menjadi Cawapres

Ketua Umum DPD PIKI Provinsi Kepulauan Riau, Pdt.Edwin Rondonuwu, Jakarta, Minggu (25/10/2026)

Berita dan Foto : Humas Pertamina

BATARA.INFO, Jakarta – Mungkin, kalau bukan Ketum Persatuan Intelegensi Kristen Indonesia (PIKI), Pak Maruarar Sirait biasa disapa Ara, ajang bergengsi PIKI Awards 2026 belum tentu bisa terlaksana, tutur Ketua Umum PIKI Provinsi Kepulauan Riau, Pdt.Edwin Rondonuwu, ketika ditemui 3 media (batara.info, majalahreformasi.com dan Victoriusnews.com) di loby utama balroom Metro TV,  Jakarta, Minggu (25/10/2026) malam.

Kepemimpinan PIKI di Era bang Ara ini sungguh banyak menggugah banyak orang dan hasilnya nampak jelas, dulunya memang ada tapi tidak tidak sehebat dan sedahsyat sekarang ini, tegas mantan wartawan senior TVRI.

Maka kita perlu pengapresiasi atas kegiatan PIKI termasuk Awards ini, kan Pak Ara ini ingin bangsa kita maju.”Saat saya ditanya siapa yang layak dan berhak menerima PIKI Awards 2026, saya katakan bang Ara, lalu panitia katakan tidak bisa, karens bang Ara ini kan ketua umum PikI, lalu saya jelaskan dan tegaskan lagi baywa bang Ara ini, maaf saja, sudah melebihi calon calon penerima Awards ini, karena beliau ini  kan, selain pekerja keras yang berhasil dalam segala bidang, dibarengi inovatif, kreatif dan kontribusi buat kemajuan membangun bangsa Indonesia menjadi maju sudah teruji.

Terkait kegiatan PIKI Awards ini, bukan hanya dihadiri oleh internal PIKI saja, ada Wamendagri, Wamenhan, Wamenkes, Gubernur Sulut, Bupat, Walikota Rektor UKI, para tokoh berbagai bidang.Jadi boleh saya katakan ini modal bagi kemajuan kekristenan kita di tengah bangsa majemuk, urai Pdt.Edwin yang sampai saat ini kerap menjadi penkhotbah 0di berbagai puluhan negara dengan menggunakan sarana media sosialnya.

Ketum Provinsi Kepri ini juga menyoroti figur Ara Sirait yang sudah selayak dan sepantasnya menjadi Cawapres berikut, dan saya orang pertama yang nenyuarakan dan mendorong  dalam grup Whatsapp PIKI, bang Ara sudah teruji untuk memajukan bangsa, karena integritas beliau ini selain suka membantu tanpa memandang suku dan agama terbukti secara tepat sasaran, pungkasnya.

Daftar penerima PIKI Award 2026:

Delapan Kategori

1.⁠ ⁠Tokoh Toleransi: Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag., diumumkan dan diberikan plakat oleh Pdt. Dr. (HC) Jacky Manuputty. Penghargaan ini mengapresiasi kerja keberagaman di Maluku, wilayah yang pernah dilanda konflik dan kini tumbuh sebagai laboratorium kerukunan bagi Indonesia dan dunia.

2.⁠ ⁠Tokoh Riset dan Inovasi: Prof. (H.C.) Dr. Carina Citra Dewi Joe, B.Sc., M.Sc., Ph.D., diumumkan dan diberikan plakat oleh Prof. Dr. Bungaran Saragih. Beliau berperan penting dalam pengembangan teknologi massal vaksin Covid-19 Astra Zaneca.

3.⁠ ⁠Tokoh Kesehatan: dr. Lie Agustinus Dharmawan, Ph.D., Sp.B., Sp.BTKV, diumumkan dan diberikan plakat oleh Prof. Dr. Benjamin Octavianus. Beliau mendirikan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) sejak 2009, merintis rumah sakit apung swasta pertama di Indonesia sejak 2013, dan mengembangkan program Dokter Terbang.

4.⁠ ⁠Tokoh Kebudayaan: Dr. Bambang Noorsena, S.H., B.A., M.H., diumumkan dan diberikan plakat oleh Ribka Haluk, atas kajian dan pengabdiannya menggali kekayaan warisan iman dan tradisi lintas bangsa.

5.⁠ ⁠Tokoh Lingkungan Hidup: Saptoyo, penggerak konservasi pesisir Sendangbiru, diumumkan dan diberikan plakat oleh Hening Parlan. Sejak 1998, beliau memadukan konservasi mangrove, perlindungan terumbu karang dan pemberdayaan masyarakat.

6.⁠ ⁠Tokoh Pemberdayaan UMKM (Ekonomi): Gusti Ngurah Anom (Ajik Krisna), diumumkan dan diberikan plakat oleh Jahja Setiatmadja atas usahanya di Bali yang memberi ruang bagi produk UMKM lokal.

7.⁠ ⁠Tokoh Pendidikan: Saur Marlina Manurung (Butet Manurung), diumumkan dan diberikan plakat oleh Prof. Angel Damayanti, Ph.D. Beliau mendirikan Sokola Rimba di Jambi yang mendampingi masyarakat adat melalui pendidikan kontekstual.

8.⁠ ⁠Tokoh Anti-Korupsi (anumerta): Prof. Dr. Artidjo Alkostar diumumkan dan diberikan plakat oleh Prof. Dr. Yeheskiel Minggus Tiranda. Mantan hakim agung yang dikenal tegas dan sederhana ini kemudian mengabdi di Dewan Pengawas KPK.

Dua Apresiasi Khusus

1.⁠ ⁠Lembaga Filantropi: Yayasan Buddha Tzu Chi, diumumkan dan diberikan plakat oleh Baktinendra Prawiro atas kerja kemanusiaan lintas suku, agama, dan golongan.

2.⁠ ⁠Penggiat Kebebasan Beribadah: Gugun Gumilar, Ph.D diumumkan dan diberikan plakat atas konsistensinya menegaskan jaminan konstitusi dan kebebasan beragama serta kehadirannya secara langsung di tengah masyarakat yang multikultural.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *