8 Figur dan 2 Apresiasi Terima PIKI Awards 2026, Maruarar Sirait : Tidak Ada Jalan Pintas untuk Menjadi Tokoh serta Teladan

Ketua Umum PIKI, Maruarar Sirait, Jakarta, Minggu (25/10/2026) malam

Berita dan Foto : ronaldy

BATARA.INFO, Jakarta – Ketua  Umum Persatuan Intelegensi Kristen Indonesia (PIKI) yang juga menteri PKP Maruarar Sirait biasa disapa Ara menegaskan bahwa untuk menjadi tokoh atau figur teladan tak ada jalan  pintas, perlu proses, karakter yang dibangun dari rekam jejaknya.Itu bisa terdampak dari rekam jejaknya, tuturnya disampaikan di acara PIKI Awards 2026, Ballroom lantai 3 Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Minggu (25/10/2026).

Ara menekankan juga, PIKI bukan sekedar hadir, lebih dari itu harus berdampak, berintegritas dan berinovasi di tengah persoalan dan pergumulan rakyat dengan cara memberi solusi.

Hal terkait lainnya di era nakhoda Ara, sejak dilantik Mei  2026, PiKI telah melaksanakan agenda besar akademik berupa simposium di UPH, pada  15 Oktober 2026, dan puji Tuhan, tim pakar hukum dari PIKI berupa rekomendasi kajian hukum, diakomodasi oleh Jaksa Agung, dan 2 bulan ke depan 9 kabupten dan kota sudah tetbentuk DPC dengan gedung punya sendiri jelas Ara dalam sambutan dihadapan penerima PIKI Awards 2026,j juri,  Wakil Menhan, Wakil Mendagri, Wakil Menkes, Ketum dan Sekum PGI, Gubernur Sulut, Bupati, Rektor UKI,dan tentu 26 DPD dan 59 DPC PIKI.

Sementara di tempat yang sama, usai penganugerahan PIKI Awards tersebut, ketua panitia yang juga Wakil Ketum PIKi, Pdt Binsar ketika ditemui sejumlah awak media di selsar lantai 2 Metro TV, “tugas PIKI Awards adalah mencari orang yang mau menerangi bangsa dalam karya senyap. Pasalnya, orang-orang tersebut mau berkarya dan berbagi bangsa, contohnya penerima PIKi Awards 2026 kategiri riset Paulina alumni SMAK Penabur Jakarta yang berhasil menemukan anti virus covid -19 yang hak patennya diperuntukan buat umat manusia di dunia,” ungkapnya

Pdt.Binsar juga menjelaskan bahwa  diperlukan waktu 2 bulan untuk mencari dan memilih para penerima Awards ini. Satu kategori ada 8 dan 16  kandidat. Yang mana 30 juri harus memilih, PIKI sendiri tidak intervens soal penjurian, keputusan  diserahkan sama juri.

Sepertinya PIKI Awrds ini akan menjadi agenda tahunan, yang dihelat pada setiap bulan Oktober, tapi soal ini tergantung arahan Ketum Bang Ara, tandasnya

Daftar penerima PIKI Award 2026:

Delapan Kategori

1.⁠ ⁠Tokoh Toleransi: Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag., diumumkan dan diberikan plakat oleh Pdt. Dr. (HC) Jacky Manuputty. Penghargaan ini mengapresiasi kerja keberagaman di Maluku, wilayah yang pernah dilanda konflik dan kini tumbuh sebagai laboratorium kerukunan bagi Indonesia dan dunia.

2.⁠ ⁠Tokoh Riset dan Inovasi: Prof. (H.C.) Dr. Carina Citra Dewi Joe, B.Sc., M.Sc., Ph.D., diumumkan dan diberikan plakat oleh Prof. Dr. Bungaran Saragih. Beliau berperan penting dalam pengembangan teknologi massal vaksin Covid-19 Astra Zaneca.

3.⁠ ⁠Tokoh Kesehatan: dr. Lie Agustinus Dharmawan, Ph.D., Sp.B., Sp.BTKV, diumumkan dan diberikan plakat oleh Prof. Dr. Benjamin Octavianus. Beliau mendirikan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) sejak 2009, merintis rumah sakit apung swasta pertama di Indonesia sejak 2013, dan mengembangkan program Dokter Terbang.

4.⁠ ⁠Tokoh Kebudayaan: Dr. Bambang Noorsena, S.H., B.A., M.H., diumumkan dan diberikan plakat oleh Ribka Haluk, atas kajian dan pengabdiannya menggali kekayaan warisan iman dan tradisi lintas bangsa.

5.⁠ ⁠Tokoh Lingkungan Hidup: Saptoyo, penggerak konservasi pesisir Sendangbiru, diumumkan dan diberikan plakat oleh Hening Parlan. Sejak 1998, beliau memadukan konservasi mangrove, perlindungan terumbu karang dan pemberdayaan masyarakat.

6.⁠ ⁠Tokoh Pemberdayaan UMKM (Ekonomi): Gusti Ngurah Anom (Ajik Krisna), diumumkan dan diberikan plakat oleh Jahja Setiatmadja atas usahanya di Bali yang memberi ruang bagi produk UMKM lokal.

7.⁠ ⁠Tokoh Pendidikan: Saur Marlina Manurung (Butet Manurung), diumumkan dan diberikan plakat oleh Prof. Angel Damayanti, Ph.D. Beliau mendirikan Sokola Rimba di Jambi yang mendampingi masyarakat adat melalui pendidikan kontekstual.

8.⁠ ⁠Tokoh Anti-Korupsi (anumerta): Prof. Dr. Artidjo Alkostar diumumkan dan diberikan plakat oleh Prof. Dr. Yeheskiel Minggus Tiranda. Mantan hakim agung yang dikenal tegas dan sederhana ini kemudian mengabdi di Dewan Pengawas KPK.

Dua Apresiasi Khusus

1.⁠ ⁠Lembaga Filantropi: Yayasan Buddha Tzu Chi, diumumkan dan diberikan plakat oleh Baktinendra Prawiro atas kerja kemanusiaan lintas suku, agama, dan golongan.

2.⁠ ⁠Penggiat Kebebasan Beribadah: Gugun Gumilar, Ph.D diumumkan dan diberikan plakat atas konsistensinya menegaskan jaminan konstitusi dan kebebasan beragama serta kehadirannya secara langsung di tengah masyarakat yang multikultural.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *