
BATARA.info, Jakarta – Langkah strategis penguatan infrastruktur industri kembali ditegaskan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pengembangan desalinasi air pada 25 April 2026 oleh Rosan Roeslani bersama sejumlah mitra strategis.
Kerja sama ini melibatkan PT Indonesia Water Solution, PT Danareksa (Persero), PT CITIC Enviotech Indonesia, serta Yantai Jinzheng Eco-Technology Co., Ltd (NEWA), dengan fokus pada pengembangan teknologi desalinasi untuk memenuhi kebutuhan air industri nasional.

Dalam laporan yang disampaikan melalui media sosialnya, Rosan menegaskan pentingnya aspek ketersediaan air dalam pembangunan industri nasional.
“Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini merupakan langkah konkret memperkuat ketersediaan air untuk kebutuhan industri nasional. Ketersediaan air yang andal menjadi faktor kunci daya saing kawasan industri.”
Ia juga menambahkan bahwa inisiatif ini tidak hanya menjawab tantangan pasokan air, tetapi juga berdampak langsung pada percepatan hilirisasi industri.
“Melalui inisiatif ini, hilirisasi tidak hanya mendorong nilai tambah, tetapi juga membuka peluang pengembangan kawasan industri baru yang lebih kompetitif serta mempercepat pertumbuhan industri di berbagai wilayah Indonesia.”
Menurut BATARA.info, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah mulai menempatkan air sebagai infrastruktur strategis, sejajar dengan energi dan logistik dalam ekosistem industri.
Selama ini, banyak kawasan industri menghadapi kendala klasik berupa keterbatasan air baku, terutama di wilayah pesisir dan kawasan baru.
Kehadiran teknologi desalinasi dinilai menjadi solusi jangka panjang yang mampu membuka potensi wilayah-wilayah yang sebelumnya kurang diminati investor.
Namun demikian, publik juga memberikan sejumlah catatan kritis. Beberapa pengamat menilai bahwa proyek desalinasi memiliki tantangan biaya yang cukup tinggi, baik dari sisi investasi awal maupun operasional.
Selain itu, aspek lingkungan turut menjadi perhatian, terutama terkait pengelolaan limbah air garam (brine) agar tidak merusak ekosistem laut.
Di sisi lain, pelaku industri menyambut positif inisiatif ini. Mereka menilai kepastian pasokan air akan meningkatkan kepercayaan investor, khususnya untuk sektor industri padat air seperti petrokimia, logam, dan manufaktur.
BATARA.info menilai MoU ini sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia tengah bergerak menuju pembangunan industri berbasis ketahanan sumber daya.
Jika direalisasikan secara konsisten, proyek ini berpotensi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing kawasan industri nasional di tingkat global.
