Kongres III KPBI 2026: Prof. Sufmi Dasco Ahmad Dorong Politik Kelas Pekerja dan Kemandirian Ekonomi Buruh

BATARA.INFO, Jakarta, 07 Juni 2026 – Kongres III Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia mengusung tema besar “Menangkan Politik Kelas Pekerja & Bangun Kemandirian Ekonomi” sebagai langkah konsolidasi gerakan buruh nasional menghadapi tantangan ekonomi dan ketenagakerjaan ke depan.

Dalam unggahan media sosial yang dibagikan Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco Ahmad, suasana kongres tampak dipenuhi semangat persatuan kaum pekerja untuk memperjuangkan kesejahteraan, keadilan sosial, serta penguatan posisi buruh dalam pembangunan nasional.

Prof. Dasco menegaskan pentingnya keberadaan gerakan buruh yang kuat, mandiri, dan mampu menjadi bagian dari proses demokrasi serta pengambilan kebijakan negara. Menurutnya, pekerja tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga harus menjadi subjek utama dalam menentukan arah kebijakan ekonomi nasional.

“Politik kelas pekerja harus menjadi kekuatan yang mampu memperjuangkan kesejahteraan buruh dan membangun kemandirian ekonomi nasional,” ujar Prof. Sufmi Dasco Ahmad dalam unggahan media sosialnya.

Kongres III KPBI menjadi momentum strategis bagi kalangan pekerja untuk memperkuat solidaritas nasional sekaligus memperluas peran buruh dalam dinamika politik dan ekonomi Indonesia.

Tema yang diangkat dinilai relevan dengan kondisi saat ini, ketika tantangan global, ketidakpastian ekonomi, hingga perubahan dunia kerja menuntut gerakan buruh lebih adaptif dan terorganisir.

Selain menjadi ajang konsolidasi organisasi, kongres tersebut juga diharapkan mampu melahirkan gagasan baru mengenai perlindungan tenaga kerja, peningkatan kesejahteraan buruh, hingga penguatan ekonomi berbasis rakyat.

Dukungan dari berbagai tokoh nasional, termasuk pimpinan DPR RI, menunjukkan bahwa isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja tetap menjadi perhatian penting dalam agenda pembangunan Indonesia menuju negara maju.

Melalui Kongres III KPBI, gerakan buruh diharapkan tidak hanya fokus pada perjuangan normatif ketenagakerjaan, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi melalui koperasi, usaha produktif, dan penguatan sektor ekonomi kerakyatan sebagai fondasi kesejahteraan pekerja Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *