
Lokasi: Hambalang. Jumat, 24 April 2026.
BATARA.info, Jakarta – Realisasi investasi Indonesia pada Triwulan I 2026 menunjukkan kinerja yang tetap kuat di tengah tekanan global dan ketidakpastian geopolitik.
Capaian ini menjadi indikator penting bahwa daya tarik ekonomi nasional masih terjaga di mata investor domestik maupun asing.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa hingga akhir kuartal pertama, realisasi investasi telah mencapai sekitar 24 persen dari target tahunan 2026.

“Realisasi investasi Triwulan I 2026 tetap terjaga kuat dan telah mencapai sekitar 24% dari target tahun ini, di tengah dinamika global dan ketidakpastian geopolitik. Capaian awal ini menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia tetap solid,” ujar Rosan.
Menurutnya, komposisi investasi antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menunjukkan keseimbangan yang semakin sehat. Selain itu, distribusi investasi yang semakin merata antara wilayah Jawa dan luar Jawa menjadi bukti berkembangnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri tumbuh relatif seimbang, dengan sebaran investasi antara Jawa dan luar Jawa yang semakin merata,” jelasnya.
Rosan juga menekankan bahwa implementasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia terbaru atau KBLI 2025 turut meningkatkan kualitas tata kelola investasi nasional.
“Implementasi KBLI 2025 meningkatkan kualitas pencatatan dan klasifikasi sektor investasi, sehingga arah kebijakan menjadi lebih presisi, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan dunia usaha,” tambahnya.
Secara makro, kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional saat ini berada pada kisaran 28 hingga 29 persen, dan diproyeksikan akan terus meningkat seiring penguatan fundamental ekonomi Indonesia.
“Di tengah gejolak global, capaian ini menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, dengan investasi sebagai salah satu motor utama,” tegas Rosan.
Tanggapan & Opini Publik:
Sejumlah pengamat menilai capaian ini sebagai sinyal positif, namun tetap mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi kebijakan dan kepastian hukum.
Ekonom senior dari kalangan akademisi menilai bahwa distribusi investasi ke luar Jawa merupakan langkah strategis yang akan berdampak jangka panjang terhadap pemerataan ekonomi nasional.
Sementara itu, pelaku usaha menyoroti pentingnya percepatan perizinan dan stabilitas regulasi agar momentum investasi tidak terhambat oleh birokrasi.
Di sisi lain, warganet di berbagai platform media sosial juga merespons positif capaian tersebut, meski sebagian mengingatkan agar investasi yang masuk benar-benar berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penutup:
Rosan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam menjaga iklim investasi tetap kondusif.
“Terima kasih kepada seluruh K/L dan para pemangku kepentingan atas sinergi dan kolaborasinya. Momentum ini akan terus dijaga untuk memastikan target investasi tahun 2026 dapat tercapai,” pungkasnya.
