Sumpah Pemuda ke – 98, Edwin Rondonuwu : Ikrar dan Satu Harus Dikumandangkan Terus

Berita dan Foto : ronaldy

BATARA.INFO, Jakarta –  Sumpah Pemuda ke – 98, yang dikrarkan berbagai jong (baca : Pemuda) jawa, betawi,  celebes, minahasa, sumatera, kalimantan, batak, tionghoa  dll, harus terus dikumandangkan,

tegas Ketua DPD Persatuan Intelegensi Kristen Indonesia (PIKI) Pdt.Edwin Rondonuwu, ketika ditemui media batara.info dan majalah.reformasi.com, di kawasan cempaka mas, Jakarta Timur, Selasa (27/10/2026).

Lanjut mantan wartawan senior kawakan TVRI yang pernah menjadi koordinator liputan media Olimpiade Seou puluhan tahun lalu, bahwa untuk mengikrarkan yang tujuannya sungguh-sungguh melaksanakan harus dieratkan denga kata Satu (Tanah Air, Bahasa dan Bangsa) Indonesia.

Nah, ikrar dan satu ini dalam konteks peringatan sumpah pemuda ke – 98 sudah meredup, apalagi sampai berkobar menjadi kesatuan, belum nampak lagi,  jelasnya.

Terkait tentang lahirnya sumpah pemuda 98 tahun lalu, bahwa sebenarnya pada pertemuan pertama berbagai pemuda tersebut sudah dilakukan pada 30 April 1926, tapi belum ada kesepakatan, masih ada kepentingan kesukuannya atau lokalnya, tapi syukurlah dari pertemuan para pemuda itu, mulai nampak kesatuannya, yaitu dengan membentuk Persatuan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) yang bisa dikatakan melahirkan pertemuan kedua (28 Oktober 1928) di rumah salah seorang warga Tionghoa yang mau rumahnya dijadikan lahirnya ikrar sumpah pemuda, yaitu di jalan Kramat Raya no 106, Jakarta Pusat, serta jangan lupa salah seorang yang membacakan sumpah pemuda yaitu pemudi dari Minhasa bernama Yohana Tumbuan, urai Edwin menambahkan.

Edwin juga sependapat dengan tema  peringatan sumpah pemuda ke -98 dari  negara kita : Patriotik, gigih dan berrmpati. Patriotik artinya cinta tanah air, gigih maknanya kita harus ngotot jangan lemah dan berempati kita harus ikut merasakan apa yang orang laim dalam.kesusahan dan kesulitan.

Yang jelas, dalam konteks sumpah pemuda ini, PIKI di era kepemimpinan Maruarar Sirait sudah melaksanakan nilai-nilai persatuan, seperti dalam pelaksanaan PIKI Awards 2026 pada Minggu (25/10/2026),  dan sebelum ada acara PIKI Awards, PiKI juga telah berempati kepada masyarakat yang terkena bencana alam (banjir, gunung meletus dan kebakaran hutan), pungkas Edwin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *