Setia Sampai Akhir, Pdt.Edy Wagino M.Th : Komitmen Iman, Tanpa Syarat dan Taat Penuh Hormat

Kerap kita berpikir bahwa kesetiaan kepada Tuhan untuk mendapat upah. Namun, sebenarnya kesadaran kitalah yang harus lebih mengasihi Tuhan. Pasalnya, Tuhan sudah lebih dahulu mengasihi Tuhan, tegas Gembala Sidang GBI Sinona, Pdt.Edy Wagino M.Th dalam pelayanan khotbahnya di GBI Sinona, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Minggu (1/3/2026) jam 9 pagi.

Foto : Tangkapan layar Humas GBI Sinona

BATARA.INFO, Kabupaten Bekasi – Merujuk pada paparan di atas tersebut. Anak rohani dari Pak Pdt.Wiweko Mulyono S.Th memberikan tema khotbahnya Setia Sampai Akhir.

Lanjutnya, untuk kita bisa beribadah di tempat ini (GBI Sinona), ada doa, pujian yang setia dipanjatkan jemaat gereja ini. Waktunya, sembilan (9) tahun lamanya, ungkap suami dari Ibu Yuyun mengisahkan.

Jadi, setia sampai akhir menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah komitmen iman. Alkitab dalam Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Artinya, pijakan dari ayat ini, bahwa kita harus punya dasar. Dan dasar itu harus dibangun di atas batu karang yang kokoh dan kuat.Supaya, kalau ada badai masalah kita tetap bisa melewatinya. Mengenai iman, tentu ada tingkatannya ; kecil, sedang dan besar.Contoh, yang kecil kita punya iman sebiji sesawi, maka pasti akan terwujud, tutur ayah dari Hizkia, Natalia dan Hosea.

Yang jelas, segala sesuatu harus didasari dengan iman. Pijakannya Ibrani 11 : 1 tersebut.
Selain dasar, dan ada tingkatannya, iman juga bukti dari yang belum terlihat. Sebut saja, kita beriman, bahwa gereja kita akan punya tempat parkir (baca ; GBI Sinona), jelas kakek dari 5 cucu ini.

Kembali pada stia sampai akhir yang dikaitkan dalam konteks kristen ialah komitmen untuk mengikut Kristus dalam keadaan baik maupun penderitaan, dan susah maupun senang. Jadi
Setia sampai akhir ; Pertama Komitmen Iman – Wahyu 2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Adapun penjabaran setia sampai akhir diwujudnyatakan dengan ucapan syukur kita. Yang terjadi dan ada dibenak kita, rata-rata kesetiaan kita kepada Tuhan untuk mendapat upah. Seharusnya kita menekankan untuk   mengikut dan lebih mengasihi Tuhan. Karena Tuhan sudah lebih dahulu mengasihi Tuhan.

Kedua Bentuk kesetiaan kita kepada Tuhan adalah tanpa syarat dengan apapun yang terjadi. Contoh Pak Bambang suaminya bu Mila yang dulu jadi pengerja GBI Sinona dan sekarang walaupun tak lagi jadi pengerja tetap setia datang ibadah dengan keterbatasan fisiknya. Pak Bambang bisa saja tidak datang ibadah, dan saya sebagai pendeta tak bisa menyalahkan, tetapi justru Pak Bambang dengan keadaan fisik tersebut tetap datang beribadah, tandasnya.

Jadi, kalaupun kita tahu kesetiaan kita kepada Tuhan mendapat upah, tapi kita harus mau menyangkal diri dan pikul salib. Dua hal ini,  sukar untuk kita melakukannya.

Yang jelas dan pasti, mengikut Tuhan itu harus melakukan hal tersebut. Jangan kita berkata, bah kalau berhasil, kita yang melakukannya.Ini bahaya, dan kita terjerumus pada kesombongan, yang justru harus kita lakulan adalah bukam saya yang hebat, tetapi Tuhanlah yang hebat dan melakukannya.
Jadi dalam hidup kita, mengikut Tuhan itu harus tanpa syarat.

Ketiga kesetiaan anak kepada seorang bapa, seperti yang Yesus lakukan setia kepada bapaNya di surga dengan disalib dan mengorbankan nyawanya.

Bahkan dalam Filipi 2 : 5 – 8 dan Ibrani 5 : 7 – 8 dijelaskan dengan tegas mengenai hal tersebut

Usai khotbah yang disertai perjamuan kudus, Pdt Edy Wagino M.Th yang telah melayani Tuhan selama 25 tahun lebih ini memberkati dan menumpangkan tangannya kepada anak- anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *