Berita dan Foto : Humas Pertamina
BATARA.INFO, Badung – PT Pertamina (Persero) resmi menutup rangkaian program Pertamuda Seed and Scale 2026 melalui malam puncak Final dan Awarding di The Patra Bali, Kamis (5/11). Ajang tahunan yang menarik perhatian 4.445 pendaftar dari 764 perguruan tinggi di Indonesia dan dua perguruan tinggi luar negeri ini menjadi penutup kompetisi sekaligus momen pengumuman sembilan inovator muda terbaik (Top 3 per kategori) serta bukti keberlanjutan startup binaan Pertamina.

Sembilan pemenang tersebut terbagi ke dalam tiga kategori utama kompetisi, yakni Early-Stage Startup, Energy Founder sub-kategori Energy Optimization, dan Energy Founder sub-kategori Energy Future.
Perjalanan menuju posisi Top 3 ditempuh melalui proses seleksi yang sangat ketat. Dari kurasi awal Top 100, para inovator muda mengikuti Elevator Pitch menuju Top 60, hingga menjalani pembinaan intensif bootcamp yang diikuti 60 peserta terpilih. Rangkaian pembekalan, pendampingan, dan evaluasi selama bootcamp mengerucutkan 15 finalis terbaik yang berlaga mempresentasikan ide bisnisnya dalam babak Final Pitch di hadapan dewan juri profesional sebelum akhirnya ditetapkan sebagai pemenang.
Proses penilaian pada babak Final Pitch dilakukan oleh lima dewan juri profesional lintas sektor, yakni Mohamad Roby Hervindo, Manager CSR Pertamina; Ahmad Azhar, VP Technology Commercial & Implementation Pertamina; Edric Chandra, Pengurus Komite Kerja Sama dan Advokasi Bidang UMKM dan Koperasi APINDO; Andrea Varriale, Director Startup Grind Indonesia; serta Michelle Kamau, Program Manager Fowler GSIC University of San Diego.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini tercermin langsung dari dampak nyata bagi para alumni. Berdasarkan pemantauan terhadap alumni Pertamuda periode 2021–2025, tingkat keberlangsungan usaha (survival rate) startup binaan mencapai 90 persen.
“Ini menjadi sebuah kebanggaan karena artinya kita bisa betul-betul menjaga keberlanjutan bisnis teman-teman. Ini menjadi catatan positif dalam mendukung Asta Cita nomor 3, yaitu pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia,” ujar Arya.
Arya menegaskan, keberhasilan bisnis para alumni Pertamuda diharapkan mampu memberikan dampak berlipat bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja baru dan pengembangan ekonomi kreatif.
“Kepada seluruh finalis, saya ingin menegaskan bahwa kalian bukan hanya peserta kompetisi, tetapi bagian dari generasi inovator untuk masa depan Indonesia. Pertamina berkomitmen terus mendorong Pertamuda sebagai ekosistem yang mempertemukan inovasi, industri, dan investasi, sehingga semakin banyak gagasan anak bangsa tumbuh menjadi bisnis berdaya saing dan memberikan dampak nyata,” tambahnya.
Sementara itu, VP Stakeholder Relations & Management PT Pertamina (Persero), Rifky Rakhman Yusuf, menyampaikan hasil tracer study terhadap 179 startup finalis unik Pertamuda periode 2021–2025. Dari 61 startup yang datanya dapat dianalisis secara mendalam, sebanyak 55 startup atau 90,16 persen masih aktif menjalankan usaha atau berhasil melakukan pivot bisnis.
“Malam ini kita memberikan penghargaan kepada sembilan pemenang. Saya mengucapkan selamat untuk para pemenang. Namun sejatinya, kesuksesan Pertamuda tidak diukur dari piala malam ini saja, melainkan dari ilmu yang diperoleh, jaringan yang terjalin, dan bisnis yang terus tumbuh setelah program ini,” ujar Rifky.
Ia menambahkan, capaian tersebut menunjukkan bahwa Pertamuda telah memberikan kontribusi yang melampaui sebuah kompetisi kewirausahaan.
“Pertamuda memperkuat peran Pertamina bukan hanya sebagai perusahaan energi, tetapi juga sebagai Innovation Engine & Startup Enabler dalam mendorong kewirausahaan dan inovasi Indonesia,” jelas Rifky.
Di tempat terpisah, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan Pertamuda Seed and Scale merupakan salah satu komitmen Pertamina dalam mendukung lahirnya generasi wirausaha muda Indonesia yang inovatif dan tangguh.
“Berbagai rangkaian kegiatan di bootcamp memberikan kesempatan kepada peserta untuk menguji model bisnis, memperoleh masukan dari pelaku industri, serta menjajaki peluang kerja sama dan pendanaan. Akses terhadap investor menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan startup, terutama bagi founder muda yang sedang membangun bisnis,” jelas Baron.
Dia menambahkan, program ini juga membuka peluang bagi para peserta untuk memperoleh dana pembinaan senilai ratusan juta rupiah, akses permodalan, serta pendampingan bisnis berkelanjutan.
Rasa bangga dirasakan langsung oleh para pemenang. Raditia Damar Prasetyo, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang membawa karya APROS, mengaku tidak menyangka ide bisnisnya berhasil menembus Top 3 kategori Early-Stage Startup.
“Saya tidak menyangka bisa masuk Top 3 karena banyak peserta lain yang ide bisnisnya juga bagus-bagus. Semua saya pasrahkan kepada Allah SWT. Namun, saya tetap menjaga optimisme karena yakin ide saya mampu diterima dengan baik,” ungkap Damar.
Kebahagiaan serupa disampaikan oleh Ziauddin Dzilmi Yusuf, mahasiswa Ritsumeikan Asia Pacific University (Jepang) yang mengusung inovasi Node Fabless Semiconductor Company dan merebut posisi Top 3 kategori Energy Founder sub-kategori Energy Optimization. Ia berharap inovasinya dapat menjadi langkah awal mewujudkan industri cip buatan Indonesia dengan bahan baku dalam negeri, sekaligus mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Berikut daftar lengkap pemenang Top 3 Pertamuda Seed and Scale 2026:
- Kategori Early-Stage Startup
- Robotku School – Deltakristiano Kurniaputra (Universitas Indonesia)
- Apros – Raditia Damar Prasetyo (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
- Aigra – Satriyo Imam Arifin Wahono (Universitas Negeri Surabaya)
- Kategori Energy Founder – Energy Optimization
- Popipo – Yudhistira Pranata Nusa (Institut Teknologi Bandung)
- Spectamate – Moch. Aufa Dany Damario Sudjono (Universitas Indonesia)
- Node Fabless Semiconductor Company – Ziauddin Dzilmi Yusuf (Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang)
- Kategori Energy Founder – Energy Future
- Zero Pome – Kayla Kwok (Universitas Indonesia)
- Aio PestGuard – Muhammad Raihan Ghani (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya)
- Aquasweep – Mirrabell Frederica Hadiwijono (University of Toronto, Kanada)
Keberhasilan penyelenggaraan Pertamuda 2026 semakin mempertegas peran Pertamina dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui Pertamuda, Pertamina terus mendorong lahirnya generasi inovator muda yang tidak hanya mampu menciptakan gagasan, tetapi juga membangun bisnis berkelanjutan dan menghadirkan solusi bagi tantangan masa depan Indonesia.
Media Contact:
Muhammad Baron
Vice President Corporate Communication
PT Pertamina (Persero)
Email: infopublik@pertamina.com
Website: www.pertamina.com
