BATARA.INFO, Jakarta — DPR RI menggelar pertemuan strategis bersama pemerintah serta sejumlah lembaga otoritas moneter dan fiskal di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi nasional dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.

Pertemuan dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta pimpinan DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Pimpinan Komisi XI DPR RI Moh. Hekal.
Dalam pertemuan tersebut, para pihak membahas perkembangan kondisi ekonomi nasional dan global, termasuk langkah antisipatif dalam menghadapi tekanan ekonomi internasional, fluktuasi pasar keuangan, hingga penguatan daya tahan ekonomi domestik.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, otoritas fiskal, dan otoritas moneter untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
“Pemerintah, Bank Indonesia, serta otoritas fiskal dan moneter memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis,” ujar Dasco.

Menurutnya, koordinasi yang dilakukan tidak hanya bersifat jangka pendek, namun juga diarahkan untuk memastikan fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat dan mampu menghadapi berbagai ketidakpastian global ke depan.
Dasco juga menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang akan menjadi pijakan bersama dalam menjaga kondisi ekonomi nasional.
“Selain itu, para pihak melakukan koordinasi antara fiskal dan moneter sehingga bisa saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada saat ini. Dan alhamdulillah hasil koordinasi pada hari ini telah menghasilkan beberapa kesepakatan yang telah disampaikan oleh masing-masing pihak baik dari otoritas moneter, fiskal maupun dari pihak pemerintah demi menjaga kondisi ekonomi Indonesia ke depan,” kata Dasco.
Pertemuan lintas lembaga ini dinilai penting mengingat kondisi ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, serta dinamika kebijakan suku bunga internasional yang berpotensi mempengaruhi stabilitas pasar domestik.
DPR RI bersama pemerintah dan Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar, inflasi, daya beli masyarakat, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional melalui kebijakan yang terkoordinasi dan berkelanjutan.
Langkah koordinasi tersebut juga diharapkan mampu memberikan sentimen positif bagi pelaku usaha, investor, serta masyarakat luas terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.
