BATARA.INFO, Jakarta, 3 Juli 2026 – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan meninjau implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) KANG ILING yang dilaksanakan oleh Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda di Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, pada Rabu (1/7).
KANG ILING yang merupakan singkatan dari Kalanganyar Circular Living Initiative merupakan inovasi pemberdayaan masyarakat pesisir melalui penerapan ekonomi sirkular yang mengintegrasikan pengelolaan limbah cabut duri ikan bandeng dan minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui program KANG ILING, Pertamina bersama masyarakat berhasil menciptakan ekosistem pemberdayaan yang tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi perempuan mantan buruh tambak (mburi), UMKM, serta kelompok masyarakat lainnya. Inovasi tersebut juga menghasilkan produk Bio-Band sebagai solusi pemurnian minyak jelantah sehingga dapat dimanfaatkan kembali secara aman.
Berdasarkan capaian program, sebanyak 550 kepala keluarga telah terintegrasi dalam sistem pemberdayaan, dengan 79 anggota aktif, 42 perempuan mantan buruh tambak, serta puluhan UMKM, kader Posyandu, dan kelompok rentan lainnya yang turut memperoleh manfaat.

Program ini juga telah mencatatkan total omzet mencapai ratusan juta rupiah dalam satu tahun, mengelola limbah secara berkelanjutan, memanfaatkan air bersih dari IPAL komunal, hingga mendukung peningkatan gizi anak melalui pemanfaatan limbah sisik ikan.
Dalam kunjungan itu, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan mengapresiasi komitmen masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam menjalankan program pemberdayaan tersebut.
“Program seperti ini menunjukkan bahwa CSR Pertamina tidak hanya berorientasi pada bantuan semata, tetapi mampu membangun kemandirian masyarakat melalui inovasi, pemberdayaan ekonomi, serta pelestarian lingkungan,” ujar Iriawan.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan program yang telah dibangun bersama masyarakat.
Sementara itu, Local Hero UMKM Kucari, Solikha, yang menjadi salah satu penerima manfaat program, mengungkapkan perubahan besar yang dirasakan masyarakat sejak hadirnya program CSR Pertamina.
“Pertama kali di sini kampung ini kumuh. Sebelum ada Pertamina, limbah semuanya biasanya dibuang di selokan. Akhirnya kami dibuatkan tempat seperti ini, yaitu Anaerobic Biofilter. Semuanya itu nggak abal-abal. Dari Pertamina, kampung kami jadi semakin dikenal. Ada edukasi, wisata, bahkan anak-anak akademi sering datang ke sini untuk belajar,” ujar Solikha.
Keberhasilan program KANG ILING yang dijalankan oleh AFT Juanda menjadi bukti nyata komitmen Pertamina dalam menjalankan program CSR yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi dengan masyarakat, Pertamina terus mendorong terciptanya inovasi berbasis potensi lokal sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
