Atlet Indonesia Pecahkan Puluhan Rekor Baru di ASEAN Para Games 2026 Thailand

Penulis : Gembong Wiroyudo

BATARA.INFO, Thailand — Kontingen Indonesia kembali menegaskan dominasinya di ajang ASEAN Para Games 2026 Thailand. Hingga akhir pertandingan, para atlet Merah Putih sukses mencatatkan puluhan rekor baru, mulai dari Rekor ASEAN Para Games hingga Rekor Asia, di berbagai cabang olahraga.

Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga disabilitas nasional terus menunjukkan tren positif dan memiliki daya saing tinggi di level regional maupun internasional.

Berdasarkan data resmi pertandingan, atlet-atlet Indonesia memecahkan rekor di cabang para atletik, para powerlifting, dan para renang. Rekor tercipta di nomor sprint, lempar, lompat, angkat berat, hingga nomor renang gaya dada.

Salah satu pencapaian paling menonjol datang dari Helin Wardina, atlet para atletik nomor 100 meter T44, yang tidak hanya memecahkan Rekor ASEAN Para Games, tetapi juga menorehkan Rekor Asia dengan catatan waktu 13,90 detik. Prestasi ini semakin mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama olahraga disabilitas di kawasan Asia Tenggara.

Di cabang para atletik, sederet nama seperti Vitasari, Marcelino Michael, Ryan Arda Diarta, Rezza Surya Amri, Taufik Abdul Karim, Afin Nomleni, hingga Rizal Bagus Saktyono tampil impresif dengan memecahkan rekor di nomor masing-masing. Nomor lempar lembing, tolak peluru, dan lari jarak menengah menjadi ladang prestasi sekaligus panggung rekor bagi Indonesia.

Sementara itu, dari para powerlifting, atlet-atlet Indonesia seperti Shebrioni, Siti Mahmudah, dan Sriyanti berhasil mencatatkan angkatan tertinggi baru di kelasnya. Prestasi tersebut mempertegas dominasi Indonesia di cabang angkat berat disabilitas.

Tak kalah membanggakan, sektor para renang juga menyumbangkan rekor melalui Mutiara Cantika Harsanto dan Mulyadi, yang memecahkan Rekor ASEAN Para Games pada nomor 100 meter gaya dada putri dan putra.

Keberhasilan kontingen Indonesia ini mendapat apresiasi langsung dari Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Reda Manthovani. Ia menegaskan bahwa pencapaian rekor para atlet di ASEAN Para Games 2026 merupakan bukti konkret keberhasilan pembangunan olahraga yang inklusif.

“Keberhasilan atlet-atlet para Indonesia di ASEAN Para Games 2026 ini adalah bukti bahwa inklusivitas olahraga membawa dampak nyata. Masyarakat Indonesia kembali dipersatukan oleh semangat, dedikasi, dan kegigihan para atlet kita yang luar biasa,” ujar Reda Manthovani.

Menurut Reda, prestasi atlet disabilitas bukan hanya soal capaian angka dan medali, tetapi juga tentang pesan kuat kesetaraan dalam pembangunan nasional.

“Para atlet ini tidak hanya mencetak rekor, tetapi juga mencetak inspirasi. Mereka menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi dan berkontribusi bagi Indonesia,” tambahnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat ekosistem olahraga disabilitas, mulai dari pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatih dan fasilitas, hingga dukungan penuh menuju ajang Asian Para Games dan Paralimpiade.

ASEAN Para Games 2026 pun tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali, melainkan panggung pembuktian bahwa disabilitas bukan batasan untuk prestasi. Atlet Indonesia kembali membuktikan diri sebagai kekuatan utama di kawasan, sekaligus simbol bahwa olahraga mampu menjadi medium persatuan dan kebanggaan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *