Di Acara Natal BPP GBI 2025, Pdt. Dr. Pudjo St. Abednego Warning Hamba Tuhan yang Aktif Melayani tapi Pasif di Rumah dan Soroti Kedatangan Tuhan

Ketua Majelis Pembina GBI (2023 – 2027), Pdt.Dr.Pudjo St.Abednego, saat menyampaikan khotbah, Auditorium, Graha Bethel, lantai 3 , Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Foto : erha

BATARA.INFO, Jakarta – “Hati-hati para hamba Tuhan yang aktif serta sibuk melayani, tapi begitu pasif di Rumah. Persekutuan keluarga tak lagi dilakukan. Bahkan, ketika istri serta anak-anaknya mau curhat, tak ada lagi waktu, baginya, maka bertobatlah,”tutur Ketua Majelis Pembina GBI Pdt.Dr.Pudjo St. Abednego dalam seruan khotbahnya di acara natal BPP GBI 2025 bertajuk Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga, Auditorium Graha Bethel lantai tiga (3), Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Lanjut pria yang istrinya dipanggil Tuhan delapan (8) tahun lalu, bahwa pelayanan tak boleh menggantikan pondasi keluarga. Sebab Alkitab mencatat yang terdapat di Ulangan 22 : 20 – 21
Kisah Rasul 16 : 31, 2 Timotius 3 : 5, Markus 1 : 30 – 31, Yohanes 2 : 2, Markus 14 : 3, Yohanes 11 : 7, Lukas 2 : 14, bahwa pola  keselamatan di mulai dari keluarga, contoh Nuh, serta istri, ketiiga anaknya plua mantu yang totalnya berjumlah 8 orang diselamatkan dari air bah, juga Abraham dan Yoshua.

Saat ini, banyak hamba Tuhan yang sibuk dan pandai berkhotbah, konseling tapi sayang di dalam keluarganya tak memperhatikan suara jeritan anak serta istrinya. Bahkan ada suatu kejadian, ketika seoang hamba Tuhan yang berkhotbah dihadapan jemaat juga dihadiri anak dan istrinya menyampaikan tentang pemberian terbaik kepada orang yang membutuhkan. Ironisnya, ketika anak hamba Tuhan itu tergerak dan secara seksama melakukan apa yang disampaikan ayahnya saat berkhotbah di mimbar Gereja, begitu sampai di rumah, anak hamba Tuhan itu mengambil.kemeja  digantung lemari ayahnya dan membungkus lalu memberikan kepada orang tua yang diperhatikan di gereja yang selalu memakai kemeja lusuh, dan memberikannya, begitu ayahnya mencari kemeja tersebut, anak itu berkata, bahwa ia tergerak memberikan  kemeja, karena didasari ajakan khotbah ayahnya.Jutru yang terjadi anak hamba Tuhan itu dikatakan t*lo* dan bodoh oleh ayahnya, dan hamba Tuhan itu mengatakan, bahwa khotbahnya itu ditujukan kepada jemaatnya, bukan kepada keluarganya soal kepedulian memberi terbaik.

Kedatangan Tuhan Semakin mendekat.
Soal bencana di 3 provinsi (Aceh, Sumut dan Sumbar) yang telah menelan korban mencapai angka 1500 an dan mungkin terus bertambah, serta banjir di Arab Saudi dan 110 peperangan dan konflik berdarah di seluruh dunia (pernyataan Presiden Prabowo dalam rapat kabinet lengkap yang di upload dari biro media pers presiden. Beranjak dari situasi tersebut, peran keluarga bagi anak-anak Tuhan harus menjadi pelopor seruan kegerakan perdamaian, tandasnya.

Hadir dalam ibadah natal.tersebut, Ketua Umum Sinode GBI, Pdt.Dr.Rubin Adi Abraham, M.Th, Ketua BPD GBI Jabar, Ketua BPD GBI DKI Jakarta, dua (2) guru besar dari STT Bethel Petamburan, Dosen STT Bethel Petamburan, salah satu pendiri GBI serta para tokoh lainnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *