Prof. Reda Manthovani Terima Lencana Jer Basuki Mawa Beya, Program Jaga Desa Jadi Inspirasi Nasional

BATARA.INFO, JAKARTA — Komitmen memperkuat tata kelola pemerintahan desa mendapat pengakuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M., Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM-Intel) Kejaksaan Republik Indonesia, menerima Tanda Kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya atas kontribusinya dalam penguatan tata kelola pemerintahan desa melalui Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas upaya mendorong terciptanya pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Lebih dari sekadar penghormatan personal, penganugerahan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam memperkuat fondasi pembangunan nasional dari tingkat desa.

Dalam pernyataan yang disampaikan setelah menerima penghargaan, Prof. Reda menegaskan bahwa penghargaan bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan pengingat untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi, tetapi juga pengingat bahwa setiap pengabdian harus bermuara pada manfaat nyata bagi masyarakat.”

Jaga Desa, Memperkuat Fondasi Pembangunan Nasional

Sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Prof. Reda Manthovani memiliki peran strategis dalam pelaksanaan fungsi intelijen penegakan hukum di lingkungan Kejaksaan RI. Dalam konteks Program Jaga Desa, penguatan tata kelola pemerintahan desa menjadi bagian penting dari upaya mendorong pengelolaan pembangunan desa yang tertib, bertanggung jawab, dan sesuai ketentuan hukum.

Prof. Reda berharap Program Jaga Desa tidak hanya memberikan manfaat bagi desa-desa di Jawa Timur, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi seluruh desa di Indonesia.

“Saya berharap Program Jaga Desa tidak hanya membawa manfaat bagi desa-desa di Jawa Timur, tetapi juga dapat menginspirasi dan memberikan manfaat bagi seluruh desa di Indonesia,” ujar Reda.

Pernyataan tersebut menempatkan desa sebagai bagian strategis dalam agenda pembangunan nasional. Desa bukan sekadar penerima program pemerintah, melainkan subjek pembangunan yang memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat ketahanan sosial.

Dalam konteks ini, tata kelola pemerintahan desa yang baik menjadi prasyarat penting agar berbagai program pembangunan dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan memberikan dampak berkelanjutan.

Integritas dan Pendampingan sebagai Kunci

Program Jaga Desa mencerminkan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam membangun kapasitas aparatur pemerintahan desa. Pendampingan dan penguatan pemahaman mengenai tata kelola yang baik diharapkan dapat membantu pemerintah desa menjalankan kewenangannya secara bertanggung jawab.

Bagi desa, integritas bukan hanya persoalan kepatuhan terhadap ketentuan administrasi dan hukum. Integritas juga berkaitan dengan kepercayaan masyarakat, kualitas pelayanan publik, serta kemampuan mengelola sumber daya untuk kepentingan bersama.

Karena itu, penguatan tata kelola perlu berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas aparatur, transparansi penggunaan anggaran, dan orientasi terhadap hasil pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh warga.

Penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada Prof. Reda Manthovani menjadi momentum untuk memperluas semangat tersebut ke berbagai wilayah Indonesia.

Ketika Desa Tumbuh, Indonesia Melaju

Prof. Reda menekankan bahwa kemajuan Indonesia tidak dapat hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah pusat. Pembangunan harus ditopang oleh desa-desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya.

“Membangun Indonesia tidak cukup hanya dari pusat, kita harus menguatkan desa sebagai fondasi kemajuan bangsa,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama dalam mewujudkan pemerintahan desa yang berintegritas dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Dengan kolaborasi, pendampingan, dan tata kelola yang berintegritas, mari kita wujudkan desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya, karena ketika desa tumbuh, Indonesia pun melaju,” ujar Reda.

Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak semata-mata diukur dari capaian di tingkat pusat, tetapi juga dari kemajuan desa, kualitas pelayanan publik, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.

Pada akhirnya, penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya bukan hanya menjadi pengakuan atas kontribusi Prof. Reda Manthovani sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga kesinambungan pengabdian, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan memastikan pembangunan benar-benar menjangkau masyarakat desa.

Sebab, desa yang kuat bukan hanya menopang pembangunan daerah, melainkan juga menjadi fondasi bagi Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan berintegritas.

BATARA.INFO — Cahaya Kebajikan Bangsa

#ProfRedaManthovani #JAMIntel #KejaksaanRI #LencanaJerBasukiMawaBeya #JagaDesa #PemerintahanDesa #TataKelolaPemerintahan #DesaBerdaya #IndonesiaMaju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *