Ki ke ka ; Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR biasa disapa Dr.Beni yang hadir dan memberi materi di HUT ke-80 Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) yang dipandu Ibu Ery Hutabarat, hotel Kebayoran Park, Kawasan Ulujami Jakarta Selatan, Jumat sore (27/2/2026).
Foto : Ist.
BATARA.INFO, Jakarta – “Terus melayani, menguatkan dan menyehatkan Indonesia,” begitulah salah satu penggalan kalimat Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR biasa disapa Dr.Beni yang hadir dan memberi materi di HUT ke-80 Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) yang dipandu Ibu Ery Hutabarat, hotel Kebayoran Park, Kawasan Ulujami Jakarta Selatan, Jumat sore (27/2/2026).

Lanjut alumni Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) tahun 1990, bahwa PWKI yang hadir sejak masa awal kemerdekaan, telah menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah pembangunan bangsa dalam berbagai krisis kemiskinan, bencana dan pandemi.
Terkait hal tersebut, kontribusi PWKI nyata dan hadir dalam pendidikan masyarakat, pelayanan sosial, kemanusiaan dan penguatan kesehatan keluarga, tegas alumni Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya (UNBRAW), Spesialis Paru 2004.
Wamenkes Beni berpesan ke PWKI untuk menjadi agen kesehatan di gereja dan komunitas Kristiani juga menjadi mitra vaksinisasi dan imunitas keluarga. Bahkan penggerak kesehatan lansia ibu dan anak, pelopor kesiapsiagaan wabah berbasis jemaat
PWKI kata Wamenkes bisa menjadi mitra advokasi informasi kesehatan yang benar. Itu juga sebagai pijakan di tema HUT ke-80 ; Mengabdi untuk bangsa.
Terkait hal lainnya, Wamenkes yakin perempuan selalu hadir lebih dahulu. Karena itu kontribusi PWKI harus nyata dan hadir dalam pendidikan masyarakat, pelayanan sosial, kemanusiaan dan penguatan kesehatan keluarga. Artinya dalam setiap krisis kesehatan perempuan adalah first responder di rumah; di gereja dan di komunitas.
Mengapa peran perempuan sangat strategis?Jawabnya, perempuan pengelola kesehatan, pengendali perilaku kesehatan rumah (kebersihan, makanan, minuman dan isolasi) penggerak komunitas (relawan/kesehatan edukasi kesehatan). Ditambah lagi perempuan adalah pengendali resiko kesehatan paling dekat dengan masyarakat dan perempuan juga sebagai penjaga kesinambungan kehidupan setelah Krisis. Atau bisa dikatakan perempuan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan disaat pandemi, jelasnya
Perempuan lebih banyak menjadi bidan, perawat, dokter tenaga pos yandu, ujarnya.
Wamenkea yang pernah bertugas di berbagai RS di Jakarta juga berpesan ke PWKI dalam 1 Korintus 15:58 (TB) Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Yang pasti PWKI kuat dalam iman, mulia dalam karakter dan tenang memghadapi masa depan, tandasnya.
