Lawatan Luar Negeri Prabowo Bawa Janji Investasi Besar, Realisasi Masih Tanda Tanya

Foto : Setkab RI

BATARA.INFO, Jakarta—Sejak dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024, Prabowo Subianto giat melakukan kunjungan kerja ke berbagai negara untuk memperkuat hubungan diplomasi sekaligus menarik investasi langsung dari luar negeri.

Foto : Infografis AI

Hingga 25 Januari 2026, hasil nyata dari diplomasi ekonomi tersebut menunjukkan nilai investasi besar yang masih dalam tahap komitmen dan beberapa yang sudah mulai terealisasi secara konkret di dalam negeri.

Total Komitmen Investasi dari Kunjungan Luar Negeri

Selama serangkaian lawatan internasional yang digelar antara 2024 hingga Januari 2026, Indonesia berhasil mengamankan komitmen investasi (investment pledges) dalam jumlah besar sebagai berikut:

Komitmen Investasi Utama

US$23,8 miliar (± Rp380–397 triliun) dari Expo Osaka 2025, Jepang — menjadi salah satu komitmen terbesar yang dicatat sepanjang kunjungan luar negeri Presiden Prabowo.

US$18,5 miliar (± Rp280–294 triliun) dari lawatan kerja internasional pada November 2024 yang mencakup kunjungan ke sejumlah negara strategis.

Rp90 triliun (setara ± US$6 miliar) komitmen investasi dari kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris pada Januari 2026.

Tambahan komitmen investasi dari kunjungan ke China diperkirakan sekitar Rp157 triliun (± US$10,07 miliar) untuk sejumlah proyek di berbagai sektor.

Total kasar komitmen investasi dari kunjungan luar negeri hingga 25 Januari 2026 diperkirakan melebihi Rp900 triliun — atau setara dengan lebih dari US$50 miliar.

Catatan: angka ini merupakan komitmen yang telah disepakati, belum seluruhnya menjadi proyek yang berjalan atau terealisasi.

Realisasi Investasi dari Komitmen Kunjungan Luar Negeri

Penting untuk dipahami bahwa komitmen investasi tidak otomatis sama dengan realisasi aktual karena realisasi membutuhkan proses implementasi, kontrak bisnis, dan pendanaan yang terealisasi di lapangan. Hingga 25 Januari 2026, sebagian komitmen tersebut mulai menunjukkan aktivitas nyata, termasuk:

Contoh Realisasi Awal
Proyek pembangunan kapal nelayan Indonesia — sebagai bagian dari kerja sama investasi maritim dari kunjungan ke Inggris, rencana produksi 1.582 kapal nelayan di dalam negeri telah diproyeksikan menyerap pekerja dan menunjukkan realisasi awal kerja sama investasi yang konkrit.

Namun, belum ada laporan resmi pemerintah yang merinci secara keseluruhan seberapa besar total nilai komitmen investasi yang telah sepenuhnya terealisasi secara finansial di Indonesia sampai 25 Januari 2026. Banyak komitmen investasi masih dalam tahap negosiasi lanjutan, perizinan, dan penandatanganan kontrak atau implementasi proyek fisik.

Beberapa analis bahkan menilai bahwa bagian besar dari komitmen investasi masih berpotensi terealisasi di masa mendatang, namun realisasinya belum sepenuhnya terlihat dalam angka investasi masuk (realized FDI) pada periode ini.

Ringkasan: Komitmen vs Realisasi per 25 Januari 2026
Aspek

Nilai Investasi
Total Komitmen Investasi (lha kunjungan luar negeri)

± Rp900 triliun (± US$50+ miliar)

Total Realisasi Investasi yang Telah Mulai Terlihat dari Komitmen

Belum ada angka resmi komprehensif yang dirilis pemerintah
Contoh aktivitas realisasi awal
Proyek produksi 1.582 kapal nelayan atas kerja sama maritim

Kesimpulan

Diplomasi investasi Presiden Prabowo melalui kunjungan luar negeri telah menghasilkan komitmen investasi bernilai triliunan rupiah hingga awal 2026, mencerminkan kepercayaan investor global terhadap potensi ekonomi Indonesia. Namun, jumlah komitmen yang sudah benar-benar terealisasi secara finansial ke proyek atau modal masuk langsung masih belum tersedia dalam data resmi sampai 25 Januari 2026, dan sebagian besar komitmen masih dalam fase implementasi lanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *