Penulis : Gembong Wiroyudo
BATARA.INFO, Jakarta— Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 5% pada tahun 2025. Berdasarkan analisis algoritma media serta pendapat para pengamat ekonomi nasional dan global, terdapat lima strategi utama yang dinilai paling efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tengah tantangan global.
Dalam kurun waktu enam bulan terakhir, isu-isu ekonomi seperti hilirisasi industri, penguatan UMKM, dan investasi asing menjadi topik yang paling banyak disorot media nasional. Data algoritma media Batara.info menunjukkan bahwa strategi ekonomi yang mendapat perhatian tinggi publik juga sejalan dengan masukan para pakar ekonomi.
Menurut almarhum Dr. Faisal Basri, ekonom senior INDEF semasa hidupnya, hilirisasi industri mineral harus dilanjutkan secara menyeluruh, tidak hanya pada sektor tambang, tetapi juga pertanian dan perikanan. “Kalau hanya ekspor bahan setengah jadi ke satu negara, kita tidak mendapatkan nilai tambah optimal,” ujarnya dalam wawancara yang pernah disampaikannya sebelum wafat.
Sementara itu, Chatib Basri, mantan Menteri Keuangan, menekankan pentingnya belanja pemerintah yang produktif. “Fokuskan anggaran pada sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Ini akan memberi efek pengganda terhadap pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Bank Dunia dalam laporan terbarunya juga menyarankan agar Indonesia memperluas basis pajak dan meningkatkan tax ratio, agar ruang fiskal tetap sehat tanpa mengorbankan belanja modal.
Di sektor UMKM, digitalisasi menjadi kunci. Riset McKinsey 2024 menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM dapat menambah kontribusi hingga 1,5% terhadap PDB Indonesia. Hal ini juga didukung data pemberitaan media, di mana topik “UMKM go digital” termasuk dalam lima besar sorotan ekonomi semester I 2025.
Dari sisi global, lembaga seperti Standard Chartered dan JP Morgan menilai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan keberlanjutan agenda Asta Cita menjadi sinyal positif bagi investor asing. Namun, stabilitas politik dan konsistensi kebijakan menjadi faktor penentu keberhasilan menarik investasi jangka panjang.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dalam pernyataan resminya menyebut bahwa parlemen akan terus mengawal program strategis pemerintah agar pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kita dorong agar belanja negara benar-benar pro-rakyat dan menyentuh sektor produktif. Pertumbuhan ekonomi di atas 5% itu bukan mimpi jika kebijakan dikawal secara konsisten,” tegas Dasco.
Kesimpulan:
Pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5% pada tahun 2025 bukan sekadar target, tetapi peluang nyata jika lima strategi utama — hilirisasi industri, reformasi fiskal, digitalisasi UMKM, peningkatan ekspor-investasi, dan stabilitas politik — dilaksanakan secara konsisten dan kolaboratif.
