BATARA.INFO, Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memasuki tahun kedua dengan delapan agenda besar yang dikenal sebagai Asta Cita. Sejumlah program mulai menunjukkan hasil, tetapi sebagian lainnya masih membutuhkan waktu dan percepatan.

Asta Cita merupakan fondasi visi pemerintahan Prabowo-Gibran yang kemudian diterjemahkan ke dalam RPJMN 2025–2029. Karena sebagian besar target dirancang untuk periode lima tahun, penilaian pada 2026 lebih tepat disebut sebagai rapor sementara, bukan kesimpulan akhir berhasil atau gagal.
Berdasarkan perkembangan indikator ekonomi dan sosial hingga Agustus 2026, terdapat sejumlah bidang yang menunjukkan kemajuan cukup kuat, sementara beberapa agenda masih menjadi pekerjaan rumah.
Asta Cita 2: Swasembada Pangan Mulai Menunjukkan Hasil
Salah satu agenda yang paling mendapat perhatian pemerintahan Prabowo adalah ketahanan dan swasembada pangan.
Pemerintah terus memperkuat produksi pangan nasional dan mengembangkan berbagai program untuk meningkatkan kemandirian pangan. Sektor kelautan dan perikanan juga diarahkan mendukung swasembada pangan melalui penyediaan protein ikan dan garam serta pembangunan ekonomi masyarakat pesisir.
Namun, data produksi padi menunjukkan bahwa tantangannya masih besar. BPS mencatat produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada Maret 2026 diperkirakan mencapai 8,75 juta ton, turun 3,69 persen dibanding Maret 2025. Pada April 2026, produksi GKG tercatat 7,63 juta ton, turun 16,03 persen secara tahunan.
Rapor: 🟡 Berjalan baik, tetapi belum sepenuhnya tuntas.

Asta Cita 3: Pertumbuhan Ekonomi Masih Menjadi Tantangan
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi untuk menciptakan lapangan kerja, memperkuat kewirausahaan dan mempercepat industrialisasi.
Namun, data BPS menunjukkan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan, sementara pertumbuhan semester I 2026 mencapai 5,45 persen.
Angka tersebut menunjukkan ekonomi tetap tumbuh, tetapi masih jauh dari target pertumbuhan tinggi yang menjadi ambisi pemerintahan Prabowo.
Sebagai pembanding, ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen, meningkat dari 5,03 persen pada 2024.
Artinya, ekonomi nasional relatif stabil, tetapi tantangan pemerintah adalah mengubah stabilitas tersebut menjadi pertumbuhan yang lebih tinggi sekaligus menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Rapor: 🟡 Belum optimal.
Asta Cita 4: Pembangunan SDM Mulai Bergerak
Agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, olahraga serta pemberdayaan perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas merupakan agenda jangka panjang.
Program-program pemerintah di sektor pendidikan dan kesehatan telah berjalan, tetapi dampak terhadap kualitas SDM nasional belum dapat dinilai secara penuh hanya dalam satu hingga dua tahun.
Karena itu, indikator seperti kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat, produktivitas tenaga kerja dan daya saing SDM masih harus dilihat dalam beberapa tahun ke depan.
Rapor: 🟡 Berjalan, tetapi hasil akhirnya belum dapat diukur.
Asta Cita 5: Hilirisasi Menjadi Salah Satu Agenda Terkuat
Hilirisasi dan industrialisasi merupakan salah satu agenda ekonomi yang relatif konsisten dijalankan pemerintah.
Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan Indonesia pada ekspor bahan mentah dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Agenda ini juga berkaitan erat dengan penciptaan lapangan kerja, investasi dan penguatan industri nasional.
Namun, keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari besarnya investasi. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa nilai tambah, teknologi, transfer keahlian dan lapangan kerja berkualitas semakin banyak berada di Indonesia.
Rapor: 🟢 Progres kuat.
Asta Cita 6: Kemiskinan Mengalami Penurunan
Salah satu indikator positif datang dari sektor kemiskinan.
BPS mencatat tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2025 sebesar 8,25 persen, turun 0,22 poin persentase dibandingkan Maret 2025. Jumlah penduduk miskin juga turun dari 23,85 juta menjadi 23,36 juta orang.
Penurunan tersebut merupakan perkembangan positif bagi agenda pembangunan dari bawah dan pengentasan kemiskinan.
Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan untuk memastikan penurunan kemiskinan berlangsung berkelanjutan dan diikuti peningkatan daya beli masyarakat.
Rapor: 🟢 Menunjukkan hasil positif.
Asta Cita 7: Reformasi Hukum dan Pemberantasan Korupsi Masih Menjadi Pekerjaan Rumah
Asta Cita ketujuh menempatkan reformasi politik, hukum dan birokrasi serta pemberantasan korupsi sebagai salah satu agenda utama.
Persoalannya, keberhasilan reformasi hukum tidak cukup hanya diukur dari jumlah kasus yang ditangani. Ukurannya juga mencakup kualitas institusi, kepastian hukum, transparansi, integritas birokrasi dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum.
Karena itu, agenda ini masih membutuhkan pembuktian lebih kuat melalui perubahan sistemik.
Rapor: 🔴 Belum optimal.
Asta Cita 8: Lingkungan dan Toleransi Masih Menghadapi Tantangan
Agenda terakhir mencakup pembangunan yang harmonis dengan lingkungan, pelestarian budaya serta penguatan toleransi.
Berbagai program lingkungan dan sosial telah dijalankan, tetapi persoalan sampah, pencemaran, kerusakan lingkungan, perubahan iklim serta persoalan toleransi masih menjadi pekerjaan rumah.
Dengan demikian, Asta Cita kedelapan belum dapat disebut berhasil sepenuhnya.
Rapor: 🟡 Belum tuntas.
Bagaimana dengan Asta Cita 1?
Asta Cita pertama berkaitan dengan penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, HAM, pertahanan dan keamanan.
Di bidang pertahanan dan keamanan, pemerintah memberikan perhatian besar terhadap penguatan kapasitas pertahanan nasional. Namun, aspek demokrasi, HAM dan kualitas tata kelola pemerintahan membutuhkan indikator yang lebih luas untuk menilai keberhasilannya.
Rapor: 🟡 Belum tuntas.
Rapor Sementara Asta Cita Prabowo 2026
Jika disederhanakan, evaluasi sementara hingga Agustus 2026 dapat digambarkan sebagai berikut:
Asta Cita| Fokus| Rapor
1| Pancasila, demokrasi, HAM, pertahanan| 🟡 Belum tuntas
2| Swasembada pangan, energi, air| 🟡 Ada kemajuan
3| Lapangan kerja & pertumbuhan ekonomi| 🟡 Belum optimal
4| Pendidikan, kesehatan & SDM| 🟡 Berjalan
5| Hilirisasi & industrialisasi| 🟢 Progres kuat
6| Desa, pemerataan & kemiskinan| 🟢 Ada hasil positif
7| Hukum, birokrasi & antikorupsi| 🔴 Belum optimal
8| Lingkungan, budaya & toleransi| 🟡 Belum tuntas
Kesimpulan
Dari delapan Asta Cita, belum tepat menyatakan pemerintahan Prabowo-Gibran gagal, karena RPJMN 2025–2029 memang memberikan horizon waktu lima tahun. Namun, data hingga Agustus 2026 memperlihatkan adanya perbedaan tingkat kemajuan antaragenda.
Hilirisasi serta pengurangan kemiskinan menjadi dua bidang yang menunjukkan progres relatif kuat. Sementara itu, ketahanan pangan menunjukkan arah kebijakan yang kuat tetapi data produksi padi masih memperlihatkan tantangan. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi, reformasi hukum, birokrasi dan pemberantasan korupsi masih membutuhkan percepatan dan pembuktian lebih lanjut.
Dengan demikian, rapor sementara Asta Cita Prabowo 2026 lebih tepat disebut “sebagian berhasil, sebagian masih berproses” daripada berhasil atau gagal secara keseluruhan.
BATARA.INFO | Politik • Ekonomi • Nasional
