PKS Minta Pemerintah Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Pemudik Nataru

Batara.info | Anggota Komisi V FPKS DPR RI dari Fraksi PKS Hamid Noor Yasin menyoroti kesiapan Pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan arus mudik di masa Nataru.

Menurutnya, upaya yang dilakukan Pemerintah masih belum cukup untuk menjamin kelancaran arus mudik dan balik.

banner 336x280

“Pemerintah memang sudah menyiapkan sejumlah strategi, seperti memastikan kemantapan jalan tol maupun jalan non tol serta menghentikan pengerjaan konstruksi di sejumlah ruas jalan utama. Namun, upaya ini masih belum cukup,” kata Hamid dalam keterangan tertulisnya, Selasa(19/12/2023).

Hamid mengatakan, Pemerintah perlu meningkatkan respon cepat (quick response) untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan. Hal ini penting untuk memastikan jalan dalam kondisi prima dan dapat dilalui dengan aman oleh para pemudik.

Selain itu, imbuhnya, Pemerintah juga perlu meningkatkan jumlah petugas di pos-pos pengamanan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan dan kecelakaan di jalur mudik.

“Pemerintah juga perlu melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat terkait rencana arus mudik dan balik. Hal ini penting untuk menghindari terjadinya penumpukan kendaraan di jalur mudik,” kata Hamid.

Hamid menilai, Pemerintah harus secara cermat dan serius dalam mengantisipasi lonjakan arus mudik di masa Nataru dengan meningkatkan koordinasi antar-lembaga terkait untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik.

“Pemerintah juga perlu melibatkan masyarakat dalam mengantisipasi lonjakan arus mudik. Masyarakat perlu diimbau untuk mudik lebih awal atau lebih lambat dari jadwal yang telah ditetapkan,” kata Hamid.

Hamid berharap, Pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang lebih konkret untuk menjamin kelancaran arus mudik dan balik di masa Nataru. Hal ini penting untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik.

Sebagai Informasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi lonjakan arus lalu lintas selama momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian, mengatakan arus mudik libur Nataru diperkirakan terjadi mulai Jumat 22 Desember – 29 Desember 2023. Adapun, Kementerian PUPR memprediksi bahwa periode arus balik libur Nataru akan jatuh pada 29 Desember 2023 – 1 Januari 2024. Demi memastikan kelancaran arus mudik.

Hedy menyatakan salah satunya upaya yang dilakukan PUPR ialah memastikan kemantapan jalan tol maupun jalan nontol serta menghentikan pengerjaan konstruksi di sejumlah ruas jalan utama selambat-lambatnya pada 15 Desember 2023. [PKS/ary]

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *