Foto dan berita : Humas Bogasari
BATARA.INFO, Jakarta – Setelah puluhan tahun, akhirnya pemandangan di sekitar bantaran Kali Kresek yang terletak di wilayah RW 02, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, berubah menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Lahan yang dulunya dipadati dengan sampah dan barang rongsokan, berubah menjadi RTH yang sangat ramah untuk anak-anak bermain dan warga dapat bercengkerama sambil menikmati udara segar karena dipenuhi dengan ribuan tanaman dari berbagai jenis hingga pepohonan.

Penataan kawasan RTH di Bantara Kali Kresek ini merupakan tindak lanjut dari hasil Forum Group Discussion (FGD) Lurah Lagoa, warga RW 02 dan manajemen Bogasari pada pertengahan tahun lalu. “Dan kami sepakat untuk membangun taman atau RTH sebagai bagian dari komitmen pelaksanaan pilar ke-5 Corporat Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial Bogasari yakni menjaga kelestarian lingkungan,” ucap Anwar, Vice President Human Resources (VP HR) PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari dalam siaran pers Peresmian RTH Bantaran Kali Kresek, Jakartara Utara, yang berlangsung Kamis 30 Juli 2026.
Ruang Terbuka Hijau di bantaran Kali Kresek yang terletak di seberang pabrik Bogasarti, Jakarta Utara ini, berukuran seluas 327,5 meter persegi. Tentu tidak mudah untuk menata dan mengubahnya menjadi RTH, sehingga harus dilakukan secara bertahap sejak Oktober 2025. Selain pembanguan secara infrastktur, juga butuh pendekatan khusus secara sosial kepada warga sekitar karena juga menyangkut perubahan tatanan hidup sosial.

Peresmian RTH yang berlangsung Kamis pagi kemarin dihadiri perwakilan Kecamatan Koja, Togos, Lurah Lagoa Yuyun Wahyudi, para Ketua RW dan RT setempat, serta Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Wilayah Lagoa sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi penataan lingkungan di kawasan Kali Kresek. Sementara dari Bogasari, hadir langsung VP HR Anwar, Manajer HRGA Rudi Sahat Sianipar, dan Ali Husin selaku koordinator pelaksana penataan RTH.
Anwar menjelaskan, sebenarnya penataan bantaran Kali Kresek ini dibagi menjadi 4 zona dan Bogasari bertanggung jawab penuh atas penataan Zona 1 sepanjang 131 meter dengan lebar 2,5 meter yang terletak di wilayah RW 02.

Sultan Hadi, Ketua RW 02 yang mengetahui langsung penataan RTH bantaran Kali Kresek ini sangat menghargai CSR yang dilakukan Bogasari. Bukan karena sekadar menata, tapi juga menyelesaikan sampai tuntas dan mendampingi warga dalam perawatan. “Tidak seperti penataan di 3 zona lainnya, yang tidak tuntas atau tidak berkelanjutan. Saya sebagai Ketua RW juga akan berusaha menjaga keterlibatan warga dalam merawat RTH yang disumbang Bogasari ini,” kata Sultan Hadi.
Penataan RTH yang dilakukan Bogasari mulai dari penanaman 2.300 tanaman yang terdiri dari 8 jenis tanaman, antara lain tetehan, kedondong laut, tricolor hitam, rowelia, patah tulang, bougenville, adam hawa, dan kembang sepatu. Selaian tanaman juga ada sejumlah pohon yang ditanam antara lain pojon palem, kemboja, kelapa, pandan duri, trembesi, dan pandan Bali. Agar nyaman dan menyenangkan, Bogasari juga memasang paving block untuk akses pejalan kaki dan fasilitas bermain anak-anak seperti ayunan dan perosotan.
“Semoga RTH ini bisa dikelola dan dirawat dengan baik oleh warga dan kelurahan demi keberlanjutan dan kenyamanan anak-anak anak-anak kita,” ucap Anwar seraya mengatakan kalau Bogasari memiliki pupuk kompos hasil olahan dari sampah daun di pabrik Bogasari dan siap untuk dialokasikan ke RTH Kali Kresek sesuai kebutuhan perawatan taman.
Pihak kelurahan menyambut baik sinergi ini dan siap untuk berkolaborasi dalam menjaga kebersihan kawasan secara rutin. “Nanti anggota PPSU akan ditugaskan untuk menjaga kebersihan dan keindahannya. Ini merupakan rejeki yang besar untuk kita semua,” kata Yuyun, Lurah Lagoa. (*)
