
BATARA.INFO, Palembang, 21 Juli 2026 – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, memastikan kesiapan operasional Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang dalam menjaga keandalan pasokan avtur guna mendukung kelancaran transportasi udara di Sumatera Selatan.
Peninjauan tersebut dilakukan dalam rangkaian Management Walkthrough (MWT) sebagai bagian dari upaya memastikan operasional berjalan aman, andal, dan memenuhi standar keselamatan, sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan di seluruh fasilitas operasional Pertamina.

Saat meninjau AFT SMB II pada Senin (20/7), Mochamad Iriawan mengapresiasi kinerja para perwira Pertamina yang terus menjaga keandalan layanan avtur, terutama pada periode mobilitas penerbangan yang tinggi.
“Keandalan operasional di AFT SMB II harus terus dijaga karena menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran transportasi udara dan terpenuhinya kebutuhan energi sektor penerbangan. Bagi Pertamina, setiap layanan yang andal pada akhirnya bermuara pada pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Mochamad Iriawan.
Ia juga mengapresiasi keberhasilan AFT SMB II dalam menjaga On-Time Performance (OTP), khususnya saat menghadapi lonjakan permintaan pada masa Ramadan dan Idulfitri, Natal dan Tahun Baru, maupun musim penerbangan haji.
“Ketepatan waktu pengisian avtur pada periode-periode dengan mobilitas tinggi merupakan bukti dedikasi dan profesionalisme seluruh tim. Keandalan layanan ini berkontribusi menjaga kelancaran operasional penerbangan sekaligus memberikan kepastian layanan bagi masyarakat,” ujarnya.
Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, khususnya pada periode Natal dan Tahun Baru, Idulfitri, serta musim haji, kebutuhan avtur di AFT SMB II juga terus meningkat. Sepanjang tahun 2025, AFT SMB II mencatat total penyaluran avtur sebesar 34.594 kiloliter.
Untuk memastikan seluruh kebutuhan tersebut terpenuhi, AFT SMB II didukung tujuh unit mobil refueler yang bersiaga penuh di apron bandara.
Menurut Mochamad Iriawan, kesiapan infrastruktur, personel, dan sistem operasional menjadi faktor penting agar Pertamina dapat merespons peningkatan kebutuhan energi, khususnya pasa masa lonjakan (peak season) secara cepat, aman, dan optimal, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa Management Walkthrough bukan sekadar agenda inspeksi, melainkan wadah untuk memastikan budaya keselamatan kerja berjalan secara konsisten, memperkuat mitigasi risiko, serta mendorong penyempurnaan operasional secara berkelanjutan.
Ia juga menginstruksikan penguatan kesiapsiagaan melalui pengujian berkala sistem proteksi kebakaran, peningkatan manajemen risiko, serta optimalisasi pemanfaatan sistem Digital Ground Operation (DGO) atau PADMA untuk memantau proses pengisian hingga validasi transaksi secara real time. Digitalisasi tersebut diharapkan semakin meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas layanan avtur di Bandara SMB II Palembang.
